SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
muh gifari - F55115101
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada dasarnya pengambilan keputusan yakni suatu
pendekekatan sistemastis pada hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta,
penentuan yang matang dari alternaif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan
yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Pada sisi lain, pembuatan kputusan kerap kali
dihadapkan pada kerumitan dan lingkup pengambilan keputusan dengan data yang
begitu banyak. Untuk kepentingan itu, sebagian besar pembuat keputusan dengan
mempertimbangkan rasio manfaat/biaya, dihadapakan pada suatu keharusan untuk
mengandalakan sperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien
dan efektif, yang kemudian disebut dengan Sistem Pendukung Keputusan (SPK).
Tujuan pembentukan SPK yang efektif adalah
memanfaatkan keunggulan kedua unsur, yaitu manusia dan perangkat elektronik.
Terlalu benyak menggunakan perangkat komputer akan menghasilkan pemecahan
yang bersifat mekanis, reaksi yang tidak
fleksibelitas dan keputusan yang dangkal. Sedangkan terlalu banyak mnggunakan
manusia kan memunculkan reaksi yang lamban, pemanfaatan data yang serba
terbatas dan kelambanana dalam mengkaji alternatif yang relevan.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.3. Apa
Arti dari Definisi Sistem Pendukung Keputusan?
1.2.5. Apa saja jenis-jenis SPK itu?
1.2.8.
Bagaimana Pengapikasianya dari SPK?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa arti dan definisi dari Sistem Pendukung Keputusan
2. Untuk
mengajarkan apa saja jenis jenis SPK
3. Untuk
mengetahui bagaimana pengaplikasiannya dari SPK
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Pengertian SPK menurut beberapa ahli :
·Menurut Michael S Scot Morton dan Peter GW Keen (SIM,1998) , Adalah
bahwa sistem pendukung keputusan meruapakan sistem penghasil informasi yang
ditujukan pada suatu masalah yang harus dibuat oleh manajer.
· Menurut Raymond McLeod, Jr, (1998), Mendefenisikan sistem pendukung
keputusan sebagai suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu
manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
Kesimpulanya: Sistem Pendukung Keputusan merupakan
suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan
keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan
data, informasi dan rancangan model.
2.3 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
2.2.1 SPK
menyediakan dukungan untuk mengambil keputusan utamanya pada keadaan semi
terstruktur dan tidak erstruktur dengan menggabungkan penilaian manusia dan informasi
komputerisasi.
2.2.2 SPK,
menaikan efektifitas pembuatan keputusan baik dalam hal ketepatan waktu dan
kualitas bukan pada biaya pembuata keputusan atau biaya pemakaian komputer.
2.2.3
Menyedikan dukungan untuk tingkat manajerial mulai dari eksekutif sampai
manajer.
2.2.4 Sistem
pendukung keputusan memberikan dukungan kepada semua fase dalam proses
pembuatan keputusan inteligence, design, choice dan impelementasi.
2.2.5 Sistem
pendukung keputusan menaikkan efektifitas pembuatan keputusan baik dalam hal
ketepatan waktu dan kualitas bukan pada biaya pembuatan keputusan atau biaya
pemakaian waktu komputer.
2.4
Jenis-Jenis Sistem Pendukung Keputusan
§ Keputusan
Terstruktur
Keputusan terstruktur adalah keputusan yang
dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan
spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, real time, internal, dan detail.
Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas.
Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen
tingkat bawah. Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan
piutang; menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit
pada pelanggan.
§ Keputusan
Semiterstruktur
Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang
mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang
lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan
folus, spesifik, interaktif, internal, real time, dan terjadwal.
Contoh: Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi
dan pengendalian sediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan
anggaran departemen.
§ Keputusan
Tidak Terstruktur
Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang
penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu
terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat
eksternal.
Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat
atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, internal, dan eksternal. Contoh:
Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain,
perekrutan eksekutif.
2.4 Pengaplikasian Sistem Pendukung Keputusan
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang
menggunakan DSS, antara lain :
2.4.1 DSS
UNTUK REKOMENDASI ASISTEN DOSEN
Asisten Dosen di Program Studi Ilmu komputer
Universitas Pakuan adalah mahasiswa yang dipilih sebagai asisten tenaga
pengajar kegiatan praktikum melalui proses seleksi. Proses penilaian dan
pengambilan keputusan dalam seleksi biasanya bersifat subjektif terutama jika
ada beberapa calon asisten yang memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda.
Aplikasi yang dibuat dalam penelitian ini berupa Sistem Pendukung Keputusan
Rekomendasi Asisten Dosen menggunakan metode Profile Matching. Aplikasi ini
digunakan untuk membantu penyeleksi dalam melakukan penilaian kompetensi calon
asisten serta memberikan rekomendasi dalam pengambilan keputusan. Kriteria
penilaian yang digunakan antara lain Tes Praktik, Tes Mengajar, Tes Komitmen,
dan Tes Sikap dan Akademis. Metode profile matching ini akan membandingkan
antara profil peserta dengan profil ideal asisten. Selisih (gap) yang semakin
kecil akan membuat kesempatan untuk lolos seleksi semakin besar. Sistem
dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net melalui media platform
Visual Basic 2013 dan Ms. Access untuk pengolahan data. Sistem ini telah
melalui tahap proses validasi atau uji coba, diantaranya yaitu uji coba
struktural, uji coba fungsional, dan uji coba validasi. Uji coba validasi
dilakukan dengan membandingkan perhitungan manual dengan hasil output sistem,
didapatkan hasil akurasi 98,99% karena hasil yang didapat dari perhitungan data
real sesuai dengan hasil output pada sistem. User interface sistem ini
dirancang sederhana agar memudahkan user dalam mengelola dan menggunakan sistem
ini.
2.4.2 DSS
PEMILIHAN PERUMAHAN
Perkembangan perumahan saat ini sangat pesat,
sehingga konsumen sering merasa ragu saat harus memutuskan langsung memilih
rumah mana yang dibeli. Rumah merupakan tempat tinggal bersama keluarga dan
ditempati selamanya maupun untuk investasi. Konsumen harus lebih teliti dalam
memilih perumahan yang akan dibeli. Marketing CV. Wisma Anungkriya sering
merasa sedikit kesulitan menghadapi konsumen yang ragu saat memilih perumahan,
sehingga perlu dibuat Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan menerapkan metode
Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah metode yang digunakan untuk
menilai tindakan yang dikaitkan dengan perbandingan bobot kepentingan antara
faktor serta perbandingan beberapa alternatif pilihan. Metode ini akan
memberikan hasil pembobotan dari masing-masing alternatif pilihan sesuai dengan
banyak kriteria yang ditetapkan, yaitu harga, lokasi, dan tipe. Alternatif pilihan
dengan bobot terbesar, merupakan alternatif pilihan yang menjadi rekomendasi
untuk dipilih oleh konsumen.
2.4.3 DSS PENILAIAN KINERJA DOSEN
Penilaian kinerja dosen dalam suatu perguruan tinggi
merupakan suatu kegiatan untuk mengevaluasi kinerja dari setiap dosen yang ada
dalam perguruan tinggi. STMIK Pontianak merupakan salah satu perguruan tinggi di
Kalimantan Barat, dimana proses penilaian kinerja setiap dosennya di laksanakan
setiap periode yaitu setiap akhir semester (ganjil –genap). Proses penilaian
yang di lakukan meliputi penilaian dosen oleh mahasiswa, kedisiplinan dosen
terhadap memberi kuliah, alokasi waktu dalam mengajar, pendidikan terakhir, jabatan
akademik serta karya ilmiah yang dihasilkan per periode oleh setiap dosen.
Menggunakan Metode Weighted Product (WP) dapat membantu dalam pengambilan
keputusan untuk menetukan penilaian kinerja dosen pada perguruan tinggi, serta
proses penilaian kinerja dosen lebih efisian sehingga ketua jurusan lebih cepat
mendapatkan informasi tentang kinerja dosen. Dengan menggunakan Sistem
pendukung keputusan yang memiliki database, maka data dosen atau nilai dari
penilaian kinerja dosen dapat disimpan didalam database. Sehingga apabila
terjadi kesalahan dalam penginputan data dosen dan nilai penilaian, maka data yang
terjadi kesalahan tersebut dapat diperbaiki tanpa harus menginput ulang data dosen
dan nilai penilaian kinerja dosen.
2.4.4 DSS PENENTUAN KARYAWAN TERBAIK
Pemilihan karyawan terbaik secara periodik menjadi
suatu proses yang lama dan rumit. Keputusan seseorang salah karena proses
pemilihan karyawan berdasarkan subjektifitas. Oleh karena itu diperlukan system
pendukung keputusan untuk proses pemilihan karyawan tersebut. Sistem pendukung
keputusan ini, dapat menentukan nilai perhitungan terhadap semua kriteria.
Sistem ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupakan
suatu metode yang mencari penjumlahan terbobot. Pada studi kasus PERTAMINA RU
II Dumai, terdapat empat kriteria yaitu pekerja prestasi, pekerja aktif,
pekerja peduli safety dan pekerja sehat. Setiap alternatif(karyawan) akan
memiliki kriteria-kriteria tersebut. Dalam hal ini untuk menentukan karyawan
terbaik dilakukan dengan cara menjumlahan bobot dari rating kinerja pada setiap
alternatif untuk semua atribut. Nilai yang lebih besar akan mengindikasikan
bahwa alternatif lebih terpilih. Pada kasus tersebut metode SAW ini dapat
menentukan karyawan terbaik berdasarkan nilai tertinggi. Sebelumnya di PERTAMINA
menggunakan satu kriteria untuk satu orang dan akan dikembangkan menjadi empat criteria
untuk satu orang, setelah diuji dengan sistem hasilnya sama. Dengan demikian
sistem ini mampu menangani perhitungan penilaian karyawan terbaik di PERTAMINA
RU II Dumai sehingga (misal manajer personalia) tidak akan kesulitan dalam
menentukan karyawan yang terbaik.
2.4.5 DSS PEMBERIAN PINJAMAN TERHADAP NASABAH
Sekarang ini begitu banyak nasabah-nasabah yang
menunggak pembayaran angsuran kredit nya, di dalam perbankkan, banyak faktor
yang membuat seorang nasabah menunggak dalam pembayaran, untuk itu dalam
penentukan Pemberian pinjaman kepada seorang cal on debitur tetap di sebuah
bank harus diplih secara tepat dan efektif. Sistem pendukung keputusan ini
dirancang menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang dapat
digunakan untuk penentuan seorang calon debitur. Dalam proses perhitungan nya
dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses
perangkingan yang akan menentukan alternatif yang objektif.
BAB
III
KESIMPULAN
Pengambilan keputusan merupakan
proses pemilihan alternatif tindakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan pendekatan sistematis terhadap
permasalahan melalui proses pengumpulan data menjadi informasi serta ditambah
dengan faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
Contohnya seperti rekomendasi asisten dosen menggunakan system pendukung
keputusan sehingga dapat lebih memudahkan pihak pihak terkait
DAFTAR
PUSTAKA
MUH GIFARI – F55115101
Komentar
Posting Komentar